aqilaaas blogku

Rabu, 30 Mei 2018

DAMPAK GAME ONLINE

Tugas Psikologi & Teknologi Internet





Pertemuan-5 


Assalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.......



          Hari ini saya akan membahas mengenai dampak game online, seperti kita ketahui pada jaman sekarang ini berbagai permainan yang dimainkan secara online atau dalam bentuk aplikasi. Mulai dari remaja, orang dewasa sampai orang yang sudah tuapun sangat gemar bermain game online. Tapi terkadang pengguna game online sering melupakan hal ini, yaitu dampaknya.... ya... banyak pengguna game online yang bermain sepanjang hari hanya bermain game online hingga tanpa disadari hal ini dapat menimbulkan dampak negatif... di mana ada hitam di situpun juga ada putih, sama halnya dampak game online, ada dampak negatifnya dan juga positifnya. Nah ...  berikut dampak positif dan negatif yang saya coba berikan menurut beberapa refrensi, bagi remaja, dampak postif yang bisa didapatkan adalah remaja dapat berlatih kemampuan berbahasa inggris, tentunya banyak game online yang hanya menggunakan bahasa inggris. Jadi mau tidak mau remaja akan mempelajari kosakata bahasa inggris pada game tersebut, untuk melatih ketepatan mata dan kecepatan membaca. Biasanya instruksi pada game online keluar secara cepat sehingga pengguna harus membacanya dengan cepat begitupun , ketepatan mata kita yang harus berkonsetrasi bila bermain game-game yang menggunakan strategi, dan yang pastiya untuk menambah teman sosial dan menghilangkan kejenuhan. Dampak negatif yang bisa didapatkan bagi remaja pengguna game online adalah  kecanduan, pornografi, perjudian, dan penipuan. Dalam ini orang tua bagi si remaja pengguna game online peran orang tua sangat penting untuk memperhatikan dan memberitahu apa saja dampak game online sejak dini. Bagi mahasiswa, dampak positif yang di dapatkan sebenrnya hampir mirip dengan dampak positif bagi remaja yang sudah saya bahas sebelumnya. Dampak negatifnyapun hampir mirip juga. Untuk mahasiswa agar terhindar dari kecanduan adalah  cobalah meningkatkan keterampilan sosial  dengan mengikuti organisasi  di  kampus,  beraktifitas  bersama teman kerja atau teman baru atau melakukan hobi  baru  yang  lebih  bermanfaat.  Selain  itu memberikan   batasan   waktu   bermain   per harinya  dengan  menyusun  jadwal  kegiatan sederhana. Demikian pembahasan saya hari ini ... kurang lebihnya mohon maaf.... terimakasih telah membaca.....😊😊













source : 














Minggu, 27 Mei 2018

PLAGIAT DALAM BERINTERNET

Tugas Psikologi & Teknologi Internet





Pertemuan - 4 

Assalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.... 

Kali ini saya akan membahas mengenai plagiarisme saat kita berinternet. Sepertinya sebagian besar orang sudah mengetahui apa itu plagiarisme. Plagiarisme yang kita ketahui adalah menjiplak secara keseluruhan atau sebagian karya atau pendapat orang lain. Apa sih rasanya jika kita membuat sebuah karya, tapi ternyata ada orang lain yang seenaknya mengunakan karya kita dan diakuinya sebagai karya dia sendiri. Huh.... sungguh menyesakkan sekali ya.... jika saya memiliki sebuah karya misalnya saja karya tulis yang dengan susah payah saya membuatnya  dan saya mengetahui bahwa tulisan saya tersebut diambil dan diakui oleh seseorang. Pastinya saya akan menegur orang tersebut dengan menulis di tempat ia mengunggah tulisan saya tersebut. Semisalnya orang tersebut marah dan tetap kekeh untuk mengganggap tulisan tersebut tulisan dia, saya akan terus mencoba memberikan bukti bahwa itu memang tulisan saya... tapi kalau memang orang tersebut benar-benar ngeyel, kemungkinan besar saya akan memberi teguran dengan membagikan informasi kepada teman-teman saya di sosial media bahwa orang tersebut adalah plagiat tulisan saya. Tentunya jika orang tersebut melakukan plagiarisme secara keseluruhan atau sering mengambil tulisan saya atau pendapat yang saya bagikan ke dunia maya. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya plagiarisme kita harus terus kembangkan kreatifitas dalam hal apapun baik pendapat atau tulisan atau karya lainnya. Jika memang kita mau mengambil karya orang lain untuk kebutuhan karya kita, kita harus mencantumkan nama pemiliki karya tersebut dan dimana kita mengambilnya atau sumbernya. Memang terkadang kita sedang kehabisan ide sehingga melihat karya orang lain, tetapi yang benar-benar harus selalu diingat adalah cantumkan nama dan sumber karya orang yang kita ambil baik kita mengambilnya secara keseluruhan ataupun sebagian. Ini benar-benar penting agar kita tidak menjadi seorang plagiat. Kalau memang sekedar menjadikan inspirasi ide kita dan kita mencoba mengembangkannya dengan tulisan kita sendiri itu bagi saya tidak apa.... ya intinya kita harus jujur dan percaya dengan diri kita bahwa kita dapat membuat sebuah karya yang baik dan tidak plagiarisme.. sekian tulisan saya hari ini. kurang lebihnya mohon maaf ... terimakasih telah membaca......😊😊😊



Sabtu, 26 Mei 2018

PROSOSIAL DALAM BERINTERNET

Tugas Psikologi & Teknologi Internet







Pertemuan-3 
Assalammualaikum warahmatullahi wabaraktuh...... 

            Kali ini saya akan membahas mengenai perilaku prososial yang bisa kita lakukan saat berinternet. Dalam kehidupan nyata, banyak sekali perilaku prososial yang dapat kita lakukan, akan tetapi dalam dunia maya apakah kita juga bisa berperilaku sosial ? jawabannya tentu saja bisa… selama adanya interaksi manusia pastilah ada perilaku prososial di lingkungan tersebut. Sebelum kita mengetahui apa saja perilaku prososial yang bisa kita lakukan di dalam internet. Ada baiknya kita mengetahui dulu apa itu prososial….
            Menurut Baron & Byrne (dalam jurnal Haryati,2013) Perilaku prososial merupakan suatu bentuk perilaku sosial positif dimana perilaku tersebut mempunyai tingkat pengorbanan tertentu yang dilakukan berdasarkan inisiatif sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak lain yang tujuannya memberikan keuntungan bagi orang lain baik fisik maupun psikologis, menciptakan perdamaian dan meningkatkan toleransi hidup terhadap sesama, namun perilaku tersebut tidak ada keuntungan yang jelas bagi individu yang melakukannya, hanya perasaan puas, bangga, dan bahagia yang dirasakan oleh individu yang melakukan tindakan tersebut.
            Menurut William (dalam jurnal Haryati,2013) Perilaku prososial adalah tingkah laku seseorang yang bermaksud merubah keadaan psikis atau fisik penerima  sedemikian rupa, sehingga si penolong akan merasa bahwa si penerima menjadi lebih sejahtera atau puas secara material ataupun psikologis.
            Dari dua pengertian perilaku prososial menurut ahli, kita bisa simpulkan bahwa perilaku prososial adalah perilaku dimana kita memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang dengan melakukan hal tersebut kita merasa bahagia, sejahtera dan puas. Lalu apa saja perilaku prososial yang bisa dilakukan saat berinternet?  Beberapa contoh akan saya berikan, yaitu bila kita sedang membuka berita mengenai seseorang yang sakit dan membutuhkan donasi di sosial media, kita bisa langsung memberikan donasi kepada orang tersebut melalui metode pmberian donasinya atau jika kita belum bisa memberikan donasi, kita bisa membagikan berita tersebut ke teman-teman yang berada di sosial media kita. Sekarangpun sudah banyak website untuk memberikan donasi kepada orang-orang yang membutuhkan dan ini benar-benar  salah satu hal yang menunjukkan bahwa berperilaku prososial bisa dimana saja. Yang lainnya kita bisa memberikan dukungan moral dengan kata-kata motivasi saat ada orang lain yang membagikan kisahnya yang mungkin terlihat dia sedang mengalami masa yang sulit atau kita bisa memberikan penghargaan atau semangat bila ada orang lain yang membagikan kisah suksesnya. Ya itu lah beberapa contoh yang bisa saya berikan.
            Jadi saran saya, kita sebagai makhluk sosial, cobalah untuk terus meningkatkan perilaku prososial kita bahkan jadikan prososial ini bagian dari diri kita. Berperilaku prososial bisa kita lakukan dimana saja. Perilaku prososial tidak lain adalah menolong sesama. Artinya, jika kita dapat menolong orang lain suatu hari nanti kita juga akan ditolong orang lain dan menolong orang lain adalah hal yang bisa jadi sangat menyenangkan dan membuat hidup lebih sejahtera. Demikian pembahasan yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon dimaafkan….
Terimakasih telah membaca.....😊😊😊

Wassalammualaikum warhamtullahi wabarakatuh.......  



Source:
Haryati, T.D. (2013). Kematangan Emosi, Religiusitas Dan Perilaku Prososial Perawat Di Rumah Sakit. Jurnal Persona,Vol. 2, No. 2, hal 162 - 172. dapat diakses di sini







Sabtu, 21 April 2018

TES PSIKOLOGI ONLINE DAN TES BAKAT FINGERPRINT ???

 Tugas Psikologi & Teknologi Internet      




 Pertemuan ke- 2
 Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh....
          Kali ini saya akan membahas mengenai kepercayaan tes psikologi secara online dan tes bakat fingerprint yang sudah banyak dilakukan masyarakat masa kini, berikut  pembahasan dan pendapat menurut saya...... ⇓⇓⇓⇓⇓
         Perkembangan teknologi yang semakin lama semakin canggih, membuat alat tes psikologipun juga menjadi canggih. Banyak perusahaan yang mencoba membuat alat tes psikologi secara online, bahkan mungkin orang-orang yang berkecimpung dalam dunia psikologi juga  membuat alat tes psikologi secara online. Segala hal memiliki sisi positif dan negatif, begitu juga pada tes psikologi online. sisi positif yang kita dapatkan yaitu kita dapat mengefektifitaskan waktu karena kita tidak perlu bertatap muka lagi, dalam penilaian calon karyawan kerja yang melakukan psikotes tidak perlu lagi melakukan penghitungan manual tetapi dengan mengunakan media digital komputer, untuk tes bakatpun kita bisa mendapat motivasi atau gambaran kemampuan yang kita miliki, dan masih banyak lagi.
           Adapun sisi negatif yang kita dapatkan adalah bila kita mencoba tes kepribadian secara online, hasil yang diberikan belum tentu benar sesuai dengan kepribadian kita sebenarnya, terkadang tes onlinepun dapat mengalami sistem error yang dapat membuat kita mendapati hasil tes yang tidak sesuai, hasil tes yang kita dapatkan tanpa adanya penjelasan dari para ahli psikologi dapat membuat kesalahan pemahaman tentang diri kita baik kepribadian, bakat dan minat dan lainnya. Itulah beberapa sisi negatif menurut saya mengenai tes psikologi online. Mengenai keakuratan tes onlinepun sebenarnya tergantung dari mana sumber web tes psikologi online tersebut, jika memang dari web perusahaan resmi mungkin saya dapat percaya tetapi kurang puas karena sebagian besar tes psikologi online yang pernah saya coba hanya menjelaskan hasil dari score tes saya, apalagi tes psikologi online yang tidak jelas sumber webnya terkadang saya hanya menganggapnya hiburan saja terutama tes kepribadian karena saya masih ragu dengan keakuratannya. 😁😁
            Mengenai  tes bakat melalui fingerprint untuk anak yang bersekolah, tes ini mengunakan sidik jari sebagai objek pengukuran tes bakat, bagaimana bisa sidik jari seseorang dapat mengungkapkan bakat, minat atau kepribadian yang dimiliki seseorang tersebut? dari berbagai sumber berita yang saya baca belum ada para ilmuwan di bidang psikologi  yang mengatakan bahwa ada hubungan sidik jari dengan kerja otak.Tapi jika ditanya percaya atau tidak dengan tes bakat mealalui fingerprint ini, ya percaya tidak percaya, percaya jika saya rasa bisa bermanfaat untuk diri saya dan bisa masuk ke logika saya.... 
          Berdasarkan fenomena mengenai tes psikologi yang sudah saya bahas diatas, menurut saya jika memang waktu dan biaya kita termumpuni sebaiknya kita mendatangi psikolog atau lembaga psikologi yang mengadakan tes psikologi dan perlu diingat kita juga harus memperhatikan keresmian lembaga psikologi  dan izin praktek psikolog. Daripada kita menelan bulat-bulat hasil dari score tes psikologi online tersebut yang bisa membuat kesalahan dalam persepsi mengenai diri kita dan sekitar kita terutama tes kepribadian.Demikian  pembahasan dan pendapat yang saya tuliskan... Terimakasih telah membaca.....😊😊😊😊

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Minggu, 11 Maret 2018

ASPEK PSIKOLOGIS DARI INDIVIDU YANG MENGGUNAKAN INTERNET

Tugas Psikologi & Teknologi Internet



Pertemuan 1 


Situs Layanan Jejaring Sosial 

( berkaitan dengan dukungan sosial dalam interaksi dan  komunikasi  )



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ....... 



Hari ini saya akan mencoba membahas mengenai aspek psikologis penguna situs layanan jejaring sosial. Sebagaimana yang sudah kita ketahui banyaknya situs layanan jejaring sosial seperti friendster, twitter, facebook dan masih banyak lagi.  Hampir seluruh masyarakat diIndonesia bahkan dunia merupakan  Penguna situs-situs tersebut. Aspek yang akan kita bahas adalah mengenai bagaimana seseorang berinteraksi dan berkomunikasi di dalam situs layanan jejaring sosial dengan adanya "dukungan sosial ”.
Mengapa dukungan sosial? Karena manusia  sebagai  makhluk  sosial  tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial (pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiusitas, tidak mungkin terpenuhi tanpa  bantuan orang  lain. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah, baik ringan maupun berat. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya, sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan di cintai.
Sebenarnya dukungan yang kita dapatkan dalam situs jejaring sosial bukan hanya dukungan sosial saja tetapi dukungan informasi, emosional dan lainnya. Situs jejaring sosial merupakan salah satu situs yang mampu melakukan penyebaran informasi secara masal dengan hanya satu pesan saja dan mampu melintas batas ruang dan waktu. Informasi yang disebarkan secara analogis semacam pesan berantai selama berada dalam jejaring akun tertentu. Selain mendapat  dukungan informasi informan pengguna juga mendapatkan dukungan sosial dalam keterlibatannya di situs jejaring sosial. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa situs jejaring
Bila dikaitkan dengan aspek psikologis manusia, maka salah satu ciri khas dari manusia didalam konteks kehidupan sosialnya adalah mencari eksistensi diri yang digunakan untuk mendapatkan harga diri yang berujung pada terbentuknya konsep diri yang hakiki. Perolehan eksistensi diri tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari mereka yang terikat secara emosional maupun yang tidak. Oleh karenanya maka dapat dijelaskan bahwa pengguna memiliki akun situs jejaring sosial adalah untuk mendapatkan eksistensi diri melalui dukungan yang mereka cari dari teman dari links friends mereka di situs jejaring sosial.sosial mampu memberikan dukungan emosional pada pemilik akun.

Sebagaimana contoh kasus yang berkaitan dengan dukungan sosial berikut :
google.com
“Kasus Koin Untuk Prita merupakan upaya kelompok masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Prita Mulia Sari pada tahun 2008. Kelompok masyarakat ini menggunakan Facebook untuk memebrikan dukungan kepadanya. Ia dianggap mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit melalui keluh-kesahnya yang disampaikan melalui mailing-list. Ia kemudian dituntut diduga mencemarkan nama rumah sakit tersebut. Kelompok masayarakat yang memberikan dukungan terhadap Prita mengganggap ini merupakan upaya kriminalisasi terhadapnya. Mereka kemudian menggalang dukungan dana terhadapnya.” ( dalam buku Etnografi Dunia Maya Internet)

Dari kasus ini dapat dijelaskan betapa dashyatnya kemajuan teknologi satu ini yaitu situs jejaring sosial yang dengan cepatnya membuat banyak orang yang memberikan sebuah dukungan sosial terhadap Prita. Dengan adanya cara berkomunikasi yang baik maka informasi- informasi dapat tersampaikan ke  pengguna-pengguna akun yang lainnya sehingga menimbulkan rasa simpati terhadap Prita. Seperti apa yang sudah dibahas diatas, dengan Prita mengeluarkan keluh kesahnya di maling-list, ini berarti ia mencari eksistensi diri untuk mendapatkan harga dirinya. Tentu saja, ia mendapatkannya dengan adanya kelompok masyarakat yang menyampaikan kembali keluh kesahnya di Facebook yang memang merupakan situ jejaring sosial yang besar. Dengan begitu, ia juga mendapatkan dukungan sosial secara tidak langsung dari pengguna akun Facebook yang lainnya melalui gerakan sosial Koin Untuk Prita.
Dapat disimpulkan bahwa sebuah  dukungan sosial dalam situs jejaring sosial dapat mempengaruhi sisi psikologis pengguna yang membutuhkan dukungan maupun penguna yang memberikan dukungan tersebut. Satu hal yang sangat mempengaruhi adanya dukungan sosial dalam situs jejaring sosial adalah komunikasi dan interaksi kita dalam pengunaan situs jejaring sosial yang baik dan beretika.
Sekian pembahasan mengenai aspek psikologis dari dukungan sosial dalam komunikasi dan interaksi didalam  situs layanan jejaring sosial. Mohon maaf bila sekiranya banyak kesalahan dalam penulisan blog saya ini … 

Terimakasih atas perhatiannya…. Have A Nice Day……  😀😀😀😀💜💜